Kira-kira kalian sudah tahu belum bagaimana awal mula
terciptanya brand sepatu ini? Nah kalau kalian belum tahu mari kita
simak bersama awal mula terbentuknya merek sepatu ini sampai menjadi
terkenal. Cekidot!!!
Vans merupakan merek sebuah perusahaan sepatu yang
dibuat di daerah Southern California oleh Paul Van Doren bersama saudara
dan sahabatnya di tahun 1966. Perusahaan ini berdiri dengan nama awal
Van Doren Rubber Company yang diambil dari sang pendiri perusahaan
tersebut yaitu Mr. Van Doren. Sebelum menciptakan perusahaan sepatu
sendiri, Paul Van Doren yang lahir di Boston, 1930 ini adalah seseorang
yang telah lama menggeluti dunia sepatu dari sejak dia masih remaja.
Beliau telah lama bekerja di sebuah perusahaan sepatu bernama Randy’s
selama 20 tahun mulai dari menjadi buruh di perusahaan tersebut sampai
menjadi vice presiden di perusahaan tersebut. Sampai pada akhirnya
beliau memutuskan untuk berhenti dan pindah ke California hingga
mendirikan perusahaan sendiri. Pada saat itu di Amerika hanya ada
sedikit perusahaan sepatu seperti Randy’s, Ked’s dan Converse.
Paul Van Doren Pendiri Vans
Pada awal pembukaan perusahaan ini Van Doren sudah
mengalami kendala dalam persiapan pembukaan tokonya. Awalnya Van Doren
Ruber Company akan dibuka di bulan Januari 1966 dimana di depan pintu
tokonya tertulis “Buka Bulan Januari” namun karena persiapan kurang maka
diundur pada bulan berikutnya dan di bulan berikutnya lagi hingga
akhirnya dibuka pada 1 maret 1966.
Pabrik Vans Pertama
Pada awal pembukaan Vans, mereka hanya menampilkan
contoh dari sepatu yang akan mereka buat. Jadi bukan sepatu langsung
pakai? Ooou.....tidak. Pada awal dibuka, vans hanya membuat sepatu jika
ada yang memesan. Jadi jika ada orang yang ingin memesan produk mereka,
mereka akan langsung bergegas membuatnya. Nah disini lah awal mula Vans
dikenal dengan konsep “custom shoes”. Vans semakin dikenal saat mereka
memproduksi sepatu-sepatu untuk sekolah-sekolah, tim olah raga dan
cheerleaders di California Selatan. Nah pada masa ini lah sepatu Vans
Authentic diluncurkan dan terkenal sampai sekarang. Pada penjualan
pertama, sepatu ini sangat sukses karena sepatu ini habis terjual.
Vans Authentic
Pada era 70-an Vans mulai dikenal oleh para
skateboarder dan BMX dan mengalamai puncak kejayaan karena ditahun 1975
Vans menciptakan sepatu yang diberi nama Vans Era yang secara khusus
didesain oleh Tony Alva dan Stacy Peralta yang merupakan seorang
skareboarder pada masa itu. Pada Vans Era juga diberi label suede
dibagian tumit “Off The Wall” yang mulai hari itu jadi nama dari
skateboarding shoes line dari Vans. Vans juga mulai mensponsori kedua
Skater tadi untuk mempromosikan sepatu mereka. Vans membayar mereka agar
mau tour keliling dunia untuk selalu memakai produk Vans dimanapun
mereka berada. Hmm enak juga ya mereka dikasih sepatu dan dapat uang
juga.
Tony Alva
Stacy Peralta
Di akhir era 70-an ketika anak Paul Van Doren, Steve
Van Doren melihat teman-temannya menggunakan sepatu yang dicoret-coret
seperti motif papan catur. Ia kemudian menceritakannya kepada ayahnya
lalu dengan imajinasi dan sedikit modifikasi maka terciptalah slip-on
checkerboard dengan motif kotak-kotaknya (hmm jadi teingat kemeja
kotak-kotak hehehe). Pada waktu yang sama, Universal Studios Hollywood
meminta pasokan sepatu untuk pembuatan film. Nah lalu sepatu Vans
Checkerboard ini lah yang akhirnya mereka pasok ke studio tersebut dalam
jumlah besar. Mereka sangat suka dengan sepatu itu hingga sepatu ini
dimasukkan kedalam sampul kaset film mereka. O ya nama film tersebut
berjudul Fast Times at Ridgemont High. Di film ini mereka juga
memasukkan adegan dimana salah satu karakter film tersebut dipukul
menggunakan sepatu ini. Hal ini membuat nama Vans semakin dikenal dan
mendapat banjiran order mulai dari California sampai seluruh Amerika.
Bahkan sepatu The Checkerboards Slip-on in menjadi salah satu sepatu
yang terlaris di dunia hingga sekarang.
Vans Checkerboard (diatas kepala Mr. Paul hehehe)
Vans Checkerboard berada di cover kaset film Fast Times at Ridgemont High
Pada awal 80-an di saat James Van Doren, adik dari
Paul Van Doren menjabat sebagai presiden perusahaan itu, Vans mencoba
mengeluarkan sport shoes untuk menyaingi perusahaan sepatu yang sudah
lama berkecimpung di sepatu olahraga seperti Reebok, Nike, Adidas dan
Puma. Mereka menghabiskan keuntungan dari penjualan Vans Checkerboard
ini untuk membuat sepatu olahraga yang bisa di pastikan materialnya
lebih mahal ketimbang sepatu keds. Mereka memproduksi sepatu-sepatu yang
berkualitas mulai dari sepatu basket, sepak bola, sepatu lari, sepatu
tenis dan banyak lagi. Beberapa jenis sepatu olahraga yang ada dari Vans
saat ini seperti Vans LXVI, Running Shoes dan Vans Surf Siders.
Hasilnya, Vans tidak mampu menyaingi kesuksesan perusahaan-perusahaan
sepatu olahraga tersebut. Vans mendapat kerugian dan hutang mencapai
$11-$12 juta yang akhirnya tidak dapat mereka bayar hingga membuat
petinggi perusahaan tersebut masuk ke pangadilan. James Van Doren pun
akhirnya dikeluarkan dari Vans sehingga Paul menjadi pemilik tunggal
perusahaan tersebut. Sebagai gantinya, Paul berusaha keras memikirkan
cara membayar hutang tersebut. Dimulai dari mengganti bahan material
sepatu Vans. Membeli material hanya dari perusahaan tempat mereka
mengutang sehingga keuntungan dari penjualan sepatu Vans dapat digunakan
untuk menutup hutang tersebut. Setelah tiga tahun berselang akhirnya
Vans mampu melunasi semua hutang mereka. Namun masalah mereka belum
kelar sampai disitu saja. Hah masalah lagi...? ya mereka kembali
mengalami cobaan dimana selama 3 tahun tidak mengadakan promosi,
perusahaan sepatu baru pun muncul dan mengadakan promosi besar-besaran
terhadap sepatu mereka. Perusahaan sepatu itu bernama Vision Streetwear.
Vans pun tidak mampu berbuat apa-apa dan akhirnya terpuruk atau
bangkrut.
Sepatu Olahraga dari Vans
Hingga suatu hari ketika Paul Van Doren dan anaknya
Steve Van Doren bermain tenis, Paul menanyakan kepada anaknya itu
bagaimana jika perusahaan tersebut dijual. Dan anaknya itu menyetujui
kehendak ayahnya itu. Akhirnya Vans pun dibeli oleh perusahaan
McConval-Deluit Corp yang berarti kelangsungan hidup perusahaan itu
berada di bawah kendali mereka.
Vision Streetwear (kok mirip vans ya?)
Kini sepatu Vans tidak saja ada di Amerika, namun
sepatu ini sudah dikenal di seluruh dunia. Banyak atlet-atlet dan
artis-artis terkenal yang secara tidak langsung juga mempromosikan
produk ini. Ya karena mereka memakainya. Di Indonesia pun mereka
memiliki banyak penggemar. Biasanya mereka yang menyukai sepatu ini
menyebut diri mereka Vanshead (Kepala Vans hehehe kidding bro).
Target pemasaran dari sepatu ini adalah para remaja
65% laki-laki dan sisanya adalah perempuan dan para remaja atau mereka
yang suka bermain skateboard, BMX dan surf. Mereka juga membuat acara
Vans Warped Tour dimana acara ini adalah acara musik yang menampilkan
musisi-musisi ternama. Kebanyakannya sih band-band yang beraliran keras
seperti yang anda kenal saat ini seperti Bring Me The Horizon, Black
Veil Brides, Blessthefall dan masih banyak lagi. Bahkan Superman Is Dead
juga pernah manggung di acara ini di tahun 2009. Hebat ya. Vans juga
mengadakan membuat The Vans Triple Crown Skate Contest yang menjadi batu
loncatan Tony Hawk sampai jadi skater kaya raya sekarang.
Vans Warped Tour
Nah jika berbicara Vans di Indonesia, kini sudah
banyak toko-toko olahraga yang menjual sepatu ini. Kebanyakan sih
seperti Vans Era, Authentic, Old School, SK8-Hi. Namun anda juga bisa
mencari sepatu ini melalui situs online yang terpercaya. Tapi sekali
lagi, hati-hati. Sebab di Indonesia banyak sekali pedagang-pedagang
nakal yang menjual produk tiruan alias KW. Meskipun saya tdak melarang
anda untuk menggunakan produk bajakan tapi lebih baik anda membeli yang
aslinya dan ini juga untuk mensupport produk mereka.
Paul Van Doren Sekarang (Udah Tua hehehe)
Yup demikianlah ulasan saya mengenai sejarah
terbentuknya sepatu Vans. Jika ada info yang salah atau anda ingin
menambahkan informasi baru tentang artikel ini, saya persilahkan. Huh
akhirnya selesai juga. Sudah ya terima kasih sudah membaca...
















0 komentar:
Posting Komentar